Jumat, 05 Oktober 2012

Pengertian dan Tujuan Koperasi


Pengertian dan Tujuan Koperasi

Membicarakan masalah pembangunan koperasi di berbagai kesempatan selama ini, maka yang menonjol dalam pembicaraan adalah kelemahan-kelemahan koperasi, terutama mengenai modal dan pelaksana-pelaksana koperasi (SDM). Dengan kedua problematik yang mendasar tersebut dapat menimbulkan kesan seolah-olah membangun koperasi adalah suatu usaha yang sangat berat dan sulit, sehingga terkesan juga bahwa membangun koperasi adalah suatu yang hampir tidak mungkin dilaksanakan.
Namun demikian, sebagai implementasi pelaksanaan secara murni dan konsekuen Pancasila dan UUD 1945, nampaknya masalah pembangunan koperasi ini harus tetap diusahakan karena merupakan amanat UUD 1945 (Bab XIV Kesejahteraan Sosial, pasal 33), beserta memori penjelasannya.
Bahasan ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa melaksanakan amanat UUD 1945 tersebut, yaitu membangun koperasi sebagai bangun usaha adalah cocok untuk diterapkan dalam upaya mencapai cita-cita bangsa yang benar dan layak untuk dilaksanakan, bukan suatu usaha yang terpaksa dilaksanakan.
Disamping itu UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian agar dijadikan sebagai sarana rujukan sehingga dapat digunakan secara operasional untuk mendukung kebenaran dan kelayakan penggunaan koperasi sebagai alat untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial.
Untuk maksud tersebut diatas maka yang pertama harus dikerjakan adalah menyamakan pengertian koperasi sebagai badan usaha atau badan usaha koperasi, karena banyak ragam pengertian/penafsiran, mengenai istilah-istilah tersebut merupakan salah satu kendala dalam upaya pembinaan koperasi, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun oleh wadah gerakan koperasi (DEKOPIN) dimana hasilnya belum menumbuhkan sikap optimis di kalangan masyarakat luas.
Pengertian Koperasi
Pengertian koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota.
Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga bekerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.
Perbedaan antara koperasi dan badan usaha lain, dapat digolongkan sebagai berikut:
  • Dilihat dari segi organisasi
Koperasi adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan anggota, sedangkan dalam badan usaha bukan koperasi, anggotanya terbatas kepada orang yang memiliki modal, dan dalam pelaksanaannya kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik modal usaha.
  • Dilihat dari segi tujuan usaha
Koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi para anggotanya dengan melayani anggota seadil-adilnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
  • Dilihat dari segi sikap hubungan usaha
Koperasi senantiasa mengadakan koordinasi atau kerja sama antara koperasi satu dan koperasi lainnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi sering bersaing satu dengan lainnya.
  • Dilihat dari segi pengelolaan usaha
Pengelolaan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, sedangkan badan usaha bukan koperasi pengelolaan usahanya dilakukan secara tertutup.
Apakah pengertian koperasi berbeda dengan “gotong royong”
Antara koperasi dan gotong royong memiliki persamaan, akan tetapi juga memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Koperasi lahir karena desakan ekonomi, sedangkan gotong royong tercipta sewaktu-waktu diperlukan dan setelah selesai dibubarkan.
  • Koperasi didirikan untuk jangka waktu yang lama, sedangkan gotong royong lahir karena adat kebudayaan, berlangsung dalam waktu yang pendek (hanya pada waktu-waktu diperlukan saja).
  • Koperasi lebih dinamis dalam cara kerjanya, sedangkan gotong royong umumnya dilakukan secara statis dan menunggu perintah atau komando.
  • Koperasi mempunyai kepastian jumlah anggota, sedangkan gotong royong jumlah tidak terbatas.
  • Koperasi memiliki program kerja, anggaran dasar, dan anggaran rumah tangga, sedangkan gotong royong tidak memiliki program kerja, anggaran dasar, dan anggaran rumah tangga.
  • Koperasi berbadan hukum, sedangkan gotong royong tidak berbadan hukum dan bersifat spontan.
Ciri-ciri Koperasi
Beberapa ciri dari koperasi ialah:
  • Perkumpulan orang.
  • Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal dibatasi.
  • Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan anggotanya, pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
  • Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
  • Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi keanggotaan prinsip kebersamaan.
  • Dalam rapat anggota tiap anggota masing-masing atau suara tanpa memperhatikan jumlah modal masing-masing.
  • Setiap anggota bebas untuk masuk/keluar (anggota berganti) sehingga dalam koperasi tidak terdapat modal permanen.
  • Seperti halnya perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) maka Koperasi mempunyai bentuk Badan Hukum.
  • Menjalankan suatu usaha
  • Penanggungjawab koperasi adalah pengurus.
  • Koperasi bukan kumpulan modal beberapa orang yang bertujuan mencari laba sebesar-besarnya.
  • Koperasi adalah usaha bersama kekeluargaan dan kegotong-royongan. Setiap anggota berkewajiban bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan para anggota.
  • Kerugian dipikul bersama antara anggota. Jika koperasi menderita kerugian, maka para anggota memikul bersama. Anggota yang tidak mampu dibebaskan atas beban/tanggungan kerugian. Kerugian dipikul oleh anggota yang mampu.
Tujuan Koperasi
Menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 3 koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Motivasi Berkoperasi

Koperasi merupakan satu dari tiga pelaku ekonomi di tanah air, dan koperasi merupakan satu-satunya pelaku usaha yang eksistensinya diakui dalam Undang-Undang Dasar 1945. Untuk itu koperasi diharapkan menjadi soko guru perekonomian nasional Indonesia. Namun demikian perjalanan panjang koperasi di Indonesia belum menempatkan koperasi pada posisi tersebut, konstribusi koperasi dibandingkan dua pelaku ekonomi lainnya terhadap pendapatan nasional masih jauh tertinggal.
Motivasi berkoperasi seharusnya didasari oleh latar belakang kepentingan yang sama, karena suatu aktivitas bersama yang didasari oleh kepentingan yang sama akan membuahkan bentuk kerjasama yang harmonis, sehingga pada gilirannya akan lebih memudahkan pencapaian tujuan bersama. Terkait dengan berkoperasi ini akan berdampak pada kualitas kehidupan berkoperasi selanjutnya. Kualitas berkoperasi akan menjadi energi bagi pencapaian tujuan berkoperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Hal ini akan tercapai bila insan-insan koperasi (para anggota) mengikuti perkembangan kehidupan anggota dan lingkungan dunia usaha.
Koperasi memiliki nilai-nilai ideologi. Ideologi koperasi diartikan sebagai cita-cita yang ingin diwujudkan oleh gerakan koperasi atau menunjukkan suatu pola pikir insan koperasi dalam mewujudkan masyarakat koperasi. Ideologi koperasi dapat pula dianggap sebagai kritalisasi pandangan hidup. Pandangan hidup satu bangsa berbeda dengan pandangan hidup bangsa lain, namun terkait dengan ideology koperasi umumnya gagasan dasar ideology koperasi adalah sama yaitu:
  1. Kerjasama adalah lebih baik dari persaingan
  2. Faktor manusia ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi daripada benda, hal inilah yang menjadi dasar dari pernyataan bahwa koperasi merupakan perkumpulan orang/manusia, bukan perkumpulan modal/benda
  3. Manusia dihargai sama derajat. Sebagai anggota, masing-masing memiliki hak suara. Dalam koperasi dikenal konsep “satu orang satu suara”
  4. Manusia disamping sebagai makhluk hidup sosial, juga sebagai makhluk individu yang berketuhanan. Oleh karena itu perkembangan individu melalui usaha-usaha pendidikan dan partisipasi anggota sangat dihargai dan dianjurkan dalam kehidupan berkoperasi
Gagasan dasar ideologi koperasi diatas diwujudkan dalam suatu organisasi koperasi, yang dibentuk oleh kelompok-kelompok orang (masyarakat) yang mengelola perusahaan bersama, yang diberi tugas untuk menunjang kegiatan ekonomi individual para anggotanya.
Abraham H Maslow adalah satu ilmuwan terkemuka yang menggali teori motivasi dengan satu kesimpulan, bahwa manusia tidak dapat diperlakukan setara dengan alat produksi lainnya. Akan tetapi harus diperlakukan sesuai harkat, martabat dan kultur budayanya. Secara umum teori motivasi menekankan, bahwa manusia mempunyai kebutuhan sangat komplek, tidak hanya terbatas pada kebutuhan peningkatan taraf hidup kebendaan, akan tetapi ada peningkatan kebutuh­an lain, yaitu kebutuh­an keamanan, sosial, prestise dan pengembangan diri. Dalam tinjauan filosofi masyarakat suku Jawa mengatakan tentang dasar manusia meliputi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Dan apabila dikaji lebih dalam lagi, maka Mindset dasar motivasi pada filosofi masyarakat Jawa adalah “sugih tanpo bondo”.
Akumulasi dari jiwa Entrepreneur setiap pelaku bisnis dan pelaku usaha termasuk pengurus dan manager pada unit usaha koperasi harus dibangun secara cerdas dengan mengedepankan pendekatan kualitas personal capital. Sehingga setiap unit usaha koperasi dapat menangkan peluang pasar secara cepat dan cermat, mampu bersaing dengan pelaku bisnis lokal dan pelaku bisnis global yang me­nganut faham kapitalis. Final output dari bangun usaha ini adalah terbentuknya Corporate Culture dan Organization Culture yang kuat dan tangguh dalam mengantisipasi, maupun menghadapi setiap gejolak pasar lokal dan gejolak pasar global, sehingga kope­rasi mampu survive dan hidup dengan jati dirinya sebagai gerakan ekonomi rakyat.
Personal capital mutlak harus dimili­ki oleh setiap pengurus koperasi dan ma­nager unit usaha guna memandu se­cara cantik dan apik dalam memimpin organisasi koperasi. Dengan demikian pimpinan dan pemimpin koperasi dapat menyatukan irama dan warna motivasi anggota dalam berkoperasi, serta sekali­gus dapat menghadapi secara sinergis se­tiap usaha yang mengkerdilkan koperasi.


Sumber :

SEJARAH DAN ORGANISASI


Sejarah Organisasi
Sehubungan dengan maraknya masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia, maka Pemerintah telah mengambil keputusan untuk membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS-HAM) melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 1993. Keputusan tersebut menyatakan bahwa Pemerintah mulai memberikan perhatian yang lebih serius pada persoalan Hak Asasi Manusia. Komitmen ini lebih lanjut diwujudkan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menjadi acuan utama pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia di Indonesia serta dibentuknya Kantor Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Persatuan Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 355/M Tahun 1999.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 134 Tahun 1999, Kantor Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut : perumusan kebijakan, koordinasi, peningkatan peran serta masyarakat dan pelaporan dan evaluasi. Keputusan Presiden tersebut merupakan dasar arahan dalam upaya terhadap peningkatan Hak Asasi Manusia dan kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia Nomor : KEP. 08/Meneg-HAM/I/2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Staf Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia.

sejarah munculnya organisasi,contoh organisasi serta sejarahnya

Organisasi mungkin telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, karena ruang lingkup organisasi yang sangat luas, secara tidak sadar semua manusia sejak lahir sudah ikut dalam organisasi, suatu organisasi dapat menjadi fokus sentral kehidupan seseorang atau ia mungkin hanya merupakan pelayannya untuk sementara waktu. Sebuah organisasi mungkin dapat besifat kaku, “dingin”, tanpa kepribadian, atau kadang-kadang dapat menghasilkan hubungan-hubungan luwes dan bermakna bagi para anggotanya.
Untuk sejarah sendiri belum di ketahui secara pasti kapan terbentuknya organisasi, sutau organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.
Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi.
Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif.
Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi.

PENYEBARAN ORGANISASI KOPERASI MODERN

PENYEBARAN ORGANISASI KOPERASI MODERN

Organisasi koperasi terdapat hampir di semua negara industri dan negara berkembang. Pada mulanya organisasi tersebut tumbuh di negara – negara industri Eropa Barat, namun kemudian setelah adanya kolonialisme di beberapa negara Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, koperasi juga tumbuh di negara – negara jajahan.
Koperasi modern didirikan pada akhir abad ke – 18 terutama sebagai jawaban atas masalah – masalah sosial uang timbul selama tahap awal revolusi. Perubahan – perubahan uang berlangsung saat itu terutama disebabkan pelh perkembangan ekonomi pasar dan penciptaan berbagai persayaratan pokok dalam ruang lingkup dimana berlangsung proses industrialisasi serta modernisasi perdagangan dan pertanian uang cepat. Perubahan ini membawa dampak terhadap berbagai kalangan masyarakat, ada yang diuntungkan tetapi ada juga yang dirugikan.
 
Prinsip – prinsip koperasi Rochdale, adalah :
·         Keanggotaan yang bersifat terbuka ( open membership and voluntary )
·         Pengawasan secara demokratis ( democratic control )
·         Bunga yang terbatas atas modal ( limited interest of capital )
·         Pembagian SHU yang sesuai dengan harga jasa anggota ( proportional  distribution of surplus )
·         Penjualan dilakukan sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan secara tunai ( trading in cash )
·         Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, suku, agama, dan politik ( political, racial, religious netrality )
·         Barang – barang yang di jual harus merupakan barang – barang yang asli, tidak rusak, atau palsu ( adulted goods forbiden to sell )
·         Pendidikan terhadap anggota secara berkesinambungan ( promotion of education )
Prinsip – prinsip tersebut ternyata menjadi petunjuk yang berguna bagi pembentukan koperasi konsumen yang hidup dalam keadaan serupa.
Di Jerman, Herman Schulze-Delitzsch ( 1808 – 1883 ) adalah orang pertama yang berhasil mengembangkan sebuah organisasi koperasi bagi perintisan dan pengembangan secara bertahap pada organisasi koperasi kredit perkotaan. Ia menekankan agar prinsip menolong diri sendiri ( self help ), prinsip pengurus/mengelola.
Konsepsi Schulze – Delitzsch kemudian diekmbangkan oleh Raiffesien yang mencoba mengembangakan koperasi kredit di Jerman.
Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Pada UU No. 25 Tahun 1992, prinsip koperasi dinyatakan sebagai berikut :
·         Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela
·         Pengelolaan dilakukan secara demokratis
·         Pembagain sisa hasilm usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota
·         Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
·         Kemandirian
·         Pendidikan perkoperasian
·         Kerjasama antarkoperasi
Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan ICA adalah :
·         Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela ( voluntary and open membership )
·         Pengelolaan secara demokratis ( democratic member control )
·         Partisipasi anggota dalam ekonomi ( member economic particioation )
·         Kebebasan dan otonomi ( autonomy and independence )
·         Mengembangkan pendidikan, pelatihan dan infromasi (education, training, and infromation)

·         Kerjasama antarkoperasi ( cooperative among cooperatives )
·         Bekerja untuk kepentingan komunitas ( concern of community )
Pada dasawarsa pembangunan koperasi ( 1970 – 1980 ) pemikiran – pemikiran kritis dan kontroversial  mengenai koperasi dan upaya – upaya mengonsolidasi, mereorganisasi dan meningkatkan pembangunan koperasi pedeasaan serta menyusun strategi yang diterapkan untuk mendorong perkembangannya. Kritik – kritik tersebut adalah : ( Hanel, 1989 ).
Ø  Dampak terhadap pembangunan yang kurang atau sangat kurang dari organisasi koperasi, khususnya karena koperasi tidak banyak memberikan sumbangan dalam mengatasi kemiskinan dan dalam mnegubah struktur kekuasaan sosial politik setemoat bagi kepentingan golongan masyarakat yang miskin.
Ø  Jasa – jasa pelayanan yang diberikan oleh organisasi koperasi sering kali dinilai tidak efisien dan tidak mengarah pada kebutuhan anggotanya, bahkan sebaliknya hanya memberikan manfaat bagi para petani besar yang telah maju dan kelompok – kelompok tertentu.
Ø  Tingkat efisiensi perusahaan – perusahaan koperasi rendah ( manajemen tidak mampu , terjadi penyelewengan, korupsi, nepotisme, dan lain – lain )


KEBUTUHAN AKAN KONSEP TEORETIS DALAM ANALISIS KOPERASI

                Salah satu cara untuk memecahkan masalah yang ada dan mengurangi kritik – kritik yang tajam disekitar koperasi adalah dengan mencoba mempelajari esensi koperasi yang sebenarnya yang membedakannya dengan organisasi lain yang bukan koperasi. Dengan mengetahui esensi koperasi yang sebenarnya akan diketahui atau akan dapat ditetapkan berbagai kebijaksanaan yang tidak meyimpang dari konsep yang sebenarmya.
                Mengingat tujuan utama seseorang menjadi anggota koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraannya ( dalam arti ekonomi identik dengan pendapatan ) maka kendatipun motif anggota tidak hanya motif ekonomi ( ada motif nonekonomi ), motif menjadi sorotan yang penting dari esensi keberadaan anggota pada koperasi. Maka tidaklah heran jika banyak ahli koperasi, birokrat dan wirausahaan koperasi mencoba mengembangkan koperasi dari sisi ekonominya.
                Filsuf Jerman, Emmanuel Kant, telah menyatakn “ tidak ada praktik yang berhasil baik tanpa teori yang baik “, hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya teori yang baik akan dapat menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi dalam realtis, kemudian meramalkan peristiwa – peristiwa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, dan mengontrol suatu persitiwa agar suatu strategi yang diharapakan dapat terjadi.

                Disamping itu, perlu disadari bahwa fatka menunjukkan organisasi – organisasi koperasi hanya mencakup suatu bagian dari semua kegiatan ekonomi, dan koperasi akan dapat hidup hanyalah dalam kondisi – kondisi yang sangat khusus.

                Kelebihan – kelebihan yang mungkin dimiliki oleh koperasi tidak boleh dipandang sebagai sesuatau yang terpisah dari efisiensi ekonomi organisasi – organisasi lainnya. Hal ini berarti perusahaan – perusahaan konvensional dan organisasi – organisasi lainnya punya kesempatan yang sama untuk bersaing dengan koperasi. Keefisienan suatu organisasi harus diperbandingkan dengan keefisienan organisasi tipe lain dalam situasi nyata yang sama agar dapat ditemukan organisasi mana lebih efisien. Sebagai contoh, untuk meningkatkan skala usaha seringkali koperaso diberi kemudahan – kemudahan dan hak monopoli oleh pemerintah dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyingkirkan para pesaingnya.


Sumber :

Jumat, 22 Juni 2012

E-COMMERCE


E-COMMERCE

Electronic Commerce (e-commerce) dapat didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan Internet. Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat paperless, melalui Electronic Data Interchange(EDI), E-mail, electronic bulletin boards, electronic fund transfer, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan.

Perkembangan teknologi informasi pada masa sekarang ini terutama internet, membuat perkembangan e-commerce menjadi sangat pesat. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia tanpa memandang tempat dan waktu. Dengan menggunakan jaringan internet, dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara jauh lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah e-commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.

Bagi pihak konsumen, model transaksi seperti ini dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi yang namanya berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang dijual melalui Online Shop biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional.

Online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line, kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih suatu produk yang akan dibeli.

Mekanisme e-commerce
Pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘Shopping Cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep ‘Shopping Cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping Cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut.

Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu.
Setelah pembeli mengadakan transaksi, pihak retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pengiriman langsung ke rumah pembeli. Pembeli bisa melacak tracking status secara langsung dengan memasukkan nomor resi pengiriman pada website jasa pengiriman tersebut. Namun ada juga beberapa Online Shop yang menyediakan layanan transaksi COD (Cash on Delivery) selain karena faktor kebiasaan juga karena faktor kepercayaan pembeli tersebut yang kurang memiliki kepercayaan yang cukup terhadap mekanisme jual beli online seperti ini.

Mekanisme e-commerce

Software untuk pembuatan e-commerce
Dalam pembuatan Online Shop di internet, diperlukan software-software tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan proses transaksi jual beli barang. Di pasaran, sudah terdapat software-software khusus untuk membuat sistem E-Com, seperti Intershop Online keluaran Intershop Communications, Merchant Server keluaran Microsoft Corp, dan Electronic Commerce Suite keluaran iCat. Pada umumnya software-software untuk pembuatan E-Commerce ini menggunakan database untuk penyusunan katalog. Database yang digunakan biasanya adalah DB2, Oracle, atau SQL. Software-software itu khusus dijual kepada pihak-pihak yang berniat membangun Online Shop, dan tentunya dijual dengan harga yang tidak murah.

Untuk menghemat biaya, alangkah baiknya kita bisa memanfaatkan software CMS gratisan yang ada diinternet seperti yang ada pada opensourcecms.com. Disitu terdapat berbagai macam platform CMS yang sudah siap Pakai. Khusus E-commerce saja ada sekitar 12 CMS yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita dan menurut saya pribadi hampir semuanya sangat baik diterapkan untuk website E-Commerce kita.



Alternatif transaksi pembayaran dalam  e-commerce
Untuk pembayaran, e-commerce menyediakan banyak alternatif. Caranya adalah dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai customer pada web tersebut. Pembeli yang telah mempunyai kartu kredit dapat menggunakan kartu tersebut untuk pembayaran. Selain kartu kredit, alternatif lainnya adalah dengan menggunakan e-cash. E-cash sebenarnya merupakan suatu account khusus untuk pembayaran melalui internet. Account tersebut dibuka dengan menggunakan kartu kredit yang dipunyai sebelumnya. Customer hanya perlu mengisi pada account e-cashnya untuk digunakan.

Bila tidak ada kartu kredit bisa juga dengan cara via transfer melalu rekening bank yang telah ditentukan. Pihak retailer membalas pesanan pembeli dengan memberikan nomor rekening untuk mentransfer pembayarannya.

Alternatif lain yang sedang populer saat ini adalah dengan menggunakan jasa rekening bersama. Saya pribadi sudah beberapa kali mengandalkan transaksi seperti ini khususnya ketika membeli barang elektronik secara online yang harganya jutaan rupiah. Contoh website yang menerima jasa rekening bersama http://www.rekeningbersama.com/. Untuk mekanisme prosesnya bisa dilihat pada ilustrasi berikut:



Mekanisme Transaksi Rekening Bersama
Atau bisa juga dengan menggunakan smartcard. Di Singapura, smartcard dikenal dengan istilah cash card. Pemakaian smartcard ini hampir sama dengan pemakaian kartu ATM yang biasa dipakai untuk berbelanja, yaitu pada saat transaksi, uangnya didebet langsung dari account di bank. Untuk pembayaran di internet, user harus memiliki ‘smart card reader’. Dalam pemakaiannya, alat khusus ini disambungkan ke port serial di komputer. Pada saat melakukan transaksi, kartu smart card harus digesekkan ke alat tersebut, sehingga chip yang terdapat di kartu dapat dibaca oleh komputer. Untuk softwarenya, digunakan software bernama ‘e-wallet’.

Smart Card & Reader

Keamanan di e-commerce
Beragam kasus-kasus yang muncul berkaitan dengan pelaksanaan transaksi terutama faktor keamanan dalam e-commerce ini tentu sangat riskan bagi para pihak terutama konsumen. Padahal jaminan keamanan transaksi e-commerce sangat diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen. Apabila hal tersebut terabaikan maka bisa dipastikan akan terjadi pergeseran efektivitas transaksi e-commerce dari falsafah efisiensi menuju arah ketidakpastian yang akan menghambat upaya pengembangan pranata ecommerce.

Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer yang bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.

Yang menandakan suatu e-commerce web site aman atau tidak adalah adanya tanda khusus yang muncul di status bar di bagian bawah layar browser. Pada IE, tanda yang muncul adalah tanda gembok terkunci di pojok kanan status bar. Jika tanda-tanda tersebut muncul, berarti Anda sedang ter-connect pada server yang aman.

Manfaat e-commerce
Dengan melalui internet tentunya banyak manfaat yang dapat diambil dari e-commerce, yaitu:
1.       Jangkauan perdagangan lebih luas (dunia), tanpa batas-batas wilyah dan waktu.
2.       Penghematan sumber daya.
3.       Availabilitas : Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak mengenal hari libur dan hari besar.
4.       Skalabilitas : Dapat diperluas atau diperbanyak item barang tanpa batasan.
5.       Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail (bussiness to customer e-commerce).
6.       Disintermediation, proses meniadakan calo dan pedagang perantara.

Kelemahan e-commerce
Perdagangan melalui internet memang memudahkan customer untuk bertransaksi jual-beli. Namun demikian, e-commerce juga memiliki kelemahan. Dengan metode transaksi elektronik yang tidak mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung dan tidak melihat secara langsung barang yang diinginkan bisa menimbulkan permasalahan yang merugikan konsumen.

 Berikut beberapa kelemahan dari e-commerce:

1.       Isu Security.
2.       Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan.
3.       Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.
4.   Faktor keamanan transaksi seperti keamanan metode pembayaran merupakan salah satu hal urgen bagi konsumen. Masalah ini penting sekali diperhatikan karena terbukti mulai bermunculan kasus-kasus dalam e-commerce yang berkaitan dengan keamanan transaksi, mulai dari pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses illegal ke sistem informasi (hacking) perusakan website sampai dengan pencurian data.



Sumber :
Hari       :  Jum’at
Tanggal  :  22 Juni 2012
Jam        :  16:56

Kamis, 26 April 2012

DISTRO LINUX


Menjamurnya distro Linux berdampak positif dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat untuk menjadi distro terbaik. Mari kita lihat, siapa saja jawaranya saat ini.
Linux memiliki ciri khas yang sukar ditemukan di sistem operasi lain, yaitu keragaman. Keragaman ini terwujud dalam bentuk banyaknya distro (distribusi) Linux, yaitu paket lengkap berisi kernel (jan­tung sistem operasi), driver, serta seluruh aplikasi pendukungnya. Setiap distribusi biasanya memiliki pendukung setia dan selalu berpacu menjadi yang terbaik dalam menawarkan beragam features bagi penggunanya. Faktanya, kualitas setiap distro tidaklah sama. Hanya beberapa dis­tro yang terlihat dominan di dunia Linux.

Penasaran siapa saja jawara Linux saat ini? Mari kita hitung mundur sembari melihat satu persatu apa saja ciri khas mereka. Peringkat ini diambil dari rangking Distrowatch pada awal November 2011. Distrowatch adalah website rujukan yang secara tidak resmi diakui sebagai data paling valid dalam melihat dinamika perkembangan distro Linux.

1  .1.       Mandriva

Why it’s hot?
Sebelum Ubuntu menjadi populer, Mandriva adalah jagonya. Distro ini menggabungkan dua distro, yaitu Mandrake dan Connectiva. Distro ini berasal dari kalang­an Linux di Perancis. Sayangnya, masalah finansial hingga menjurus kebangkrutan menghambat perkembangannya. Mandriva memiliki sistem konfigurasi bernama DrakConf yang mudah dipahami pengguna dengan beragam tingkat kemahiran. Drakconf bisa dianggap pesaing kuat dari YaST yang diusung distro openSUSE.

Selain itu, Mandrake menggunakan sis­tem paket manager urpmi yang bisa disejajarkan dengan apt-get milik Debian. Untuk aspek ini, Mandrake sedikit menyalib Redhat/Fedora pada sekitar satu dasawarsa lalu. Saat itu, masalah dependency (ketergantungan antarpaket aplikasi) adalah masalah yang biasanya diselesaikan secara manual. Namun berkat urpmi, pengguna Mandriva dengan cepat membereskannya. Sebagai catatan, Mandrake/Mandriva bisa dibilang cukup setia de­ngan desktop environment KDE sebagai default.

Penulis sendiri masih ingat, Mandrake seri 7 adalah yang pertama mengusung KDE 1.1.1, dimana versi KDE tersebut memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai pihak atas kualitas dan inovasinya. Secara tidak langsung nama Mandrake/Mandriva jadi ikut terangkat. Saat ini, ada project distro bernama Mageia yang merupakan distro “fork” dari Mandriva. Distro “fork” terjadi karena beberapa developer (sebagian di-PHK dari Mandriva) tidak puas dengan berbagai kebijakan Man­driva dan akhirnya memutuskan untuk membuat sistem Linux sendiri.


2. Puppy

Why it’s hot?
Puppy memberi nyawa kembali pada PC Pentium lama kita. Puppy didesain agar tidak membutuhkan resource yang banyak, baik dari sisi RAM, prosesor, atau graphics card. Untuk itu, Puppy membekali diri dengan beragam aplikasi yang tidak rakus resource. Sebagai contoh, Abiword dan Gnumeric sebagai alternatif paket Open Office, Midori sebagai web browsernya, dan aplikasi alternatif lainnya.
Puppy memiliki mode untuk berjalan sepenuhnya di RAM tanpa harus mengakses hard disk.

Nilai plus lainnya, jika kita ingin sistem Puppy kembali seperti awal, kita cukup me-reboot-nya. Cara ini efektif untuk sistem yang rentan masalah, misalnya percobaan aplikasi versi beta. Selain di-burn ke CD, Puppy memiliki file image yang bisa ditulis ke flash disk. Alternatif ini bisa lebih mempercepat operasional Puppy. Anda pun memiliki opsi untuk menyimpan perubahan seperti setting desktop ke disk agar saat Puppy di-restart, seluruh setting dibaca ulang dan kondisi sistem dikembalikan persis saat Anda terakhir men-shutdown komputer.


3. CentOS


Why it’s hot?
Kestabilan dan performa yang setara RHEL (Redhat Enterprise Linux) merupakan keunggulan distro ini. Implementasi RHEL yang sudah diakui di lingkungan enterprise menjadikan CentOS sebagai alternatif “gratisan” RHEL yang sangat menarik. Ini semua berkat usaha tim Cent­OS yang meng-compile ulang source dari berbagai paket program RHEL dan menyingkirkan berbagai copyright content spesifik dari distro RedHat.

Yang tidak kalah menarik adalah du­kung­an update hingga 7 tahun. Ini artinya, Anda bisa terus menerus memakai sistem yang sama tanpa perlu meng-install ulang. Seabagi perbandingan, Ubuntu server edisi LTS saja baru mencapai rentang dukungan kurang lebih 5 tahun. Para administrator sistem tentu akan lebih “lega” karena bug software akan terus diperbaiki selama masa itu. Kekurangan dari CentOS adalah update-nya yang lebih lambat dari RHEL. Ini terjadi karena pengembang CentOS perlu waktu untuk melakukan rekompilasi dari update yang dikeluarkan oleh RedHat sekaligus mengujinya. Jadi, misalkan Apache server yang dipaketkan oleh Redhat 5.6 butuh waktu diperbaiki selama 3 hari, boleh jadi CentOS baru dirilis dua minggu kemudian. 


4. PCLinuxOS


Why it’s hot?
Mantan jawara DistroWatch ini menerapkan konsep mirip Ubuntu (Mint), yaitu dengan memoles Debian agar lebih mudah digunakan. Bedanya, PCLinuxOS berbasiskan Man­drake dan menggunakan KDE, sementara distro lain banyak yang beralih ke GNOME. Namun, guna meme­nuhi kebutuhan user, dirilis juga versi lain yaitu berbasis XFCE, LXDE, dan openBox. Hal unik pada PCLinuxOS adalah pengga­bung­an (kombinasi) sistem manajemen paket RPM dan apt. Lebih tepatnya, paket aplikasi di PCLinuxOS menggunakan format RPM, tetapi mekanisme instalasi menggunakan APT.




5. Arch



Why it’s hot?
Pada distro ini, rolling release dan sistem instalasi dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna (hanya meng-install sesuai keperluan) sehingga cocok untuk membuat sistem yang “ramping”. Rolling release memungkinkan Arch selalu ter-update de­ngan software terbaru tanpa harus menunggu rilis versi distro berikutnya.

Arch Linux bisa dikatakan sebagai dis­tro Gentoo generasi baru, namun minus features compile software. Arch memaketkan aplikasi siap install, sementara Gentoo memaketkan source dari aplikasi sehingga harus di-compile terlebih dahulu. Dengan semakin majunya sistem komputer, proses compile software dianggap tidak lagi memberikan keuntungan signifikan dan di sisi lain dianggap kurang praktis. Pengembang Arch menyadari hal ini, namun demikian Arch tetap menyediakan opsi untuk meng-install-nya via source aplikasi. Source aplikasi bisa di-download dari ABS (Arch Build System) dengan bantuan software, seperti packer. Opsi instalasi via source tersebut terutama menjadi solusi jika software yang ingin di-install belum masuk repository resmi dari Arch Linux.


6. openSUSE



Why it’s hot?
Framework Mono dan software Yast. Mono adalah penerapan .Net di Linux. Mungkin ini bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi bagi para developer .NET, adanya Mono memungkinkan berjalannya program berbasis .NET. Dampaknya adalah memudahkan inter-operatibilitas antara Windows dan Linux serta platform lain yang mendukung .Net.

YaST adalah sistem adminis­trasi terpadu yang hanya ada di SuSE dan openSUSE. Hingga saat ini, bisa dikatakan YaST adalah tool administrasi yang sangat berguna bagi para administrator. Dengan beberapa klik mouse, tugas yang terbilang rumit, seperti mempersiapkan virtual machine Xen atau setup cluster fail over berbasis DRDB bisa dikerjakan dengan mudah! Selain itu, dukungan hardware-nya pun cukup bagus. Terutama pada masa awal bangkitnya distro-distro Linux, SuSE yang selangkah didepan mendukung hardware-hardware yang ada di pasaran, sementara distro lain perlu waktu lebih lama


7. Debian


Why it’s hot?
Stabil, jumlah paket yang sangat banyak (sekitar 29 ribu), dan dukungan komunitas yang tinggi adalah ciri kahs distro Debian. Selain itu, distro tersebut kini memiliki paling banyak turunan. Bahkan pada rangking sepuluh besar banyak dihuni distro turunannya, seperti Ubuntu, Mint, PCLinuxOS. Distro Puppy untuk beberapa serinya juga bisa dibilang turunan Debian secara tidak langsung, misalnya edisi Lucid Puppy. Selain itu, distro Debian sudah teruji dalam hal kualitas. Distro yang menyainginya mungkin hanyalah Slackware. Perbedaannya, distro Slackware lebih terkesan “one man show”, sementara Debian lebih menonjolkan aspek “kebersamaan”.

Debian juga satu-satunya distro Linux yang terbanyak mendukung beragam arsitektur di luar prosesor Intel. Tercatat ada ARM, MIPS, PowerPC, s390, HP-PA (Hewlett Packard Precision Architecture), dan beberapa lainnya. Ini tentunya memudahkan pengguna Debian untuk memakai satu platform OS yang sama di berbagai lingkungan hardware. Tidak lupa pula project kfreebsd dimana distro Debian dikombinasikan dengan kernel FreeBSD. Jadi Anda serasa mendapat dua hal sekaligus, “rasa” aplikasi Linux namun performa FreeBSD. Sangat menarik bukan?


8. Fedora


Why it’s hot?
Ingin mencari teknologi terbaru? Fedora adalah pilihan utama. Menilik sejarah, Fedora (dulunya adalah Redhat Linux versi desktop) adalah yang pertama menerapkan NPTL (Native POSIX Threading Library), disusul dengan SELinux (Security Enhanced Linux). Terdapat juga inovasi lain, seperti Zero Conf, KVM (Kernel Virtual Machine), dan sistem desktop Blue Curve yang menyatukan GNOME dan KDE dalam satu tampilan serupa. Fedora adalah wujud kerja sama komunitas open source yang didukung penuh oleh Redhat. Karena terkait erat dengan Red Hat, cukup masuk akal jika Fedora paling awal menerima berbagai update teknologinya. Sekitar 30% sampai 40% developer Linux yang bekerja di suatu perusahaan adalah karyawan Redhat. Jadi, Fedora bisa diibaratkan sebagi “ruang pajang” dan “ruang testing” bagi beragam ino­vasi Redhat.

Mungkin sedikit yang mengetahui bah­wa Fedora adalah basis bagi RHEL. Sebagai contoh, RHEL versi 6 menggunakan basis Fedora 12. Ini dilakukan sebagai perwujudan kesinambungan pengembangan Linux. Versi Fedora yang dianggap stabil dan menerima respon positif kemudian ditetapkan sebagai fondasi, lalu disusul de­ngan penyempurnaan di berbagai aspek. Jadi, meskipun RHEL adalah produk komersial, keberadaannya tidak terlepas dari adanya kontribusi komunitas Fedora.


9. Ubuntu



Why it’s hot?
Distro ini berhasil menampilkan “image” ramah pengguna dan dukungan utility Synaptic (Software Center) yang memudahkan proses update. Selain itu, tersedia seri (Long Term Service) yang menyediakan update hingga 3 tahun. Rata-rata distro Linux memberikan update sampai dengan satu setengah tahun.

Dengan dukungan dari perusahaan Canonical Inc. yang didirikan oleh Mark shuttleworth, Ubuntu tidak hanya men­dapat dukungan komunitas tapi juga dukungan finansial dan developer yang digaji oleh Canonical. Mark bisa disebut sebagai perintis distro Ubuntu. Ide dasarnya adalah ingin membuat dan mengembangkan sistem “Linux untuk manusia”. Artinya, suatu sistem Linux yang mudah digunakan oleh manusia, terlepas dari tingkat kemampuan teknisnya. Ubuntu memiliki banyak varian, diantaranya Kubuntu (menggunakan KDE), Xubuntu (menggunakan XFCE), Lubuntu (menggunakan LXDE), dan seterusnya. Ubuntu juga memiliki banyak distro turunan, di antaranya Zentyal (distro untuk server) dan Backtrack yang dikenal sebagai distro spesialis dalam bidang hacking security.


10. Mint


Why it’s hot?
Ini dia jawara baru kita. Mint berhasil mengungguli Ubuntu yang notabene adalah “orang tuanya” karena Mint dikembangkan berdasarkan Ubuntu. Mint menyediakan aplikasi lengkap pada distronya, mulai dari paket office, codec, hingga multimedia player. Jadi, saat menggunakannya di awal, Anda tidak perlu terhubung ke Internet karena program yang dibutuhkan sudah termuat di installer.

Mint juga memperkenalkan konsep Mint Debian Edition. Dalam versi ini, yang dipakai sebagai basis adalah Debian Testing. Keuntungannya? Update yang lebih cepat sehingga menyerupai model rolling release. Karena berbasis Debian, Mint Debian tidak kompatibel dengan repository Ubuntu. Kadang, ini membawa dampak positif karena banyak yang menilai kualitas software di repository Debian lebih ba­gus dari repository Ubuntu. Banyak juga yang menyebutkan bahwa Mint bisa menyalip Ubuntu karena Mint mempertahankan penggunaan Gnome versi 2. Sebagian user Ubuntu kurang nyaman dengan interface Unity yang dianggap berubah terlalu radikal. Ubuntu sendiri memiliki berbagai varian, seperti Kubuntu yang berbasis KDE, tetapi Mint masih yang terpopuler.


Di luar 10 jawara di atas, masih ada beberapa distro Linux yang patut diperhitungkan. Berikut ini dua distro diantaranya (tidak berdasar urutan tertentu).

Slackware



Why it’s hot?
Selain stabil dan manajemen paketnya mu­dah, sang pendiri dan pengembang distronya, Patrick Volkerding, sangat populer di kalangan Linux. Begitu dominannya pengaruh Patrick, banyak penggunanya yang beropini jika Patrick tidak lagi ada, Slackware pun tidak lagi sama dalam berbagai aspeknya. Distro Slackware terkesan kurang user friendly. Ini terjadi karena Slackware tidak memiliki tool konfigurasi khusus. User harus mengedit sendiri file-file konfigurasi sehingga pe­ngetahuan yang agak mendalam soal UNIX atau Linux menjadi suatu keharusan. Ada suatu ungkapan “if you use Ubuntu, you’ll learn Ubuntu. If you use Slackware, you’ll learn Linux”. Slackware menjadi semacam simbol yang mewakili Linux yang sebenar-benarnya, setidaknya bagi sebagian orang.


Gentoo


Why it’s hot?
Anda yang gemar men-tuning sistem mungkin akan menyukai Gentoo yang aplikasinya di-install dengan meng-compile source (dipandu sistem Portage). Anda dapat mengontrol berbagai fasilitas yang dibutuhkan, bahkan dapat meng-compile ulang 100% sistem agar lebih berjalan optimal di sistem Anda! Gentoo juga mengandalkan sistem konfigurasi manual oleh user. Jadi, seperti juga Slackware, Anda dituntut untuk dapat memahami berbagai aspek di Linux. Selain itu, Gentoo menganut konsep rolling release, sehingga sistem Anda akan selalu ter-update terus menerus.(wiralodra)

Sumber: http://arhamvhy.blogspot.com/2012/04/10-distro-linux-paling-populer-saat-ini.html








































Kamis, 19 April 2012

description of the movie


Often parents do not realize is actually a role model for children.  Words, actions, facial expressions and even children can emulate. For positive behavior would be happy. But for the poor? Certainly none of the parents want to pass on to children.
Act and behave in every child there are many mimics the environment. Parents usually become the main model for children. Because the father and mother are the two people involved in parenting the child since he came into the world.
Small examples in everyday life. When parents can throw bottles at random, then the child will follow. If the current way of angry parents, all children will be replicated and studied. When parents are accustomed to using harsh words or verbal abuse when upset with someone else, they too will learn. So when the child is upset at his friend, then he will be so well